Pengalaman donor darah pertama kali

|
Hari ini pertama kali saya melakukan donor darah untuk PMI. Kebetulan di kantor diadakan donor darah dengan mengundang PMI Jakarta. Acara rencananya akan diadakan jam 12:00 tapi entah kenapa, diundur pagi hari karena jam 12:00 harus sudah selesai. Jadi gak sempet googling dulu tentang donor darah, baca-baca buat pengetahuan sekalian biar bisa persiapan dan apa saja efeknya setelah melakukan donor, berhubung ini pengalaman pertama kali :D.

Mula-mula kita disuruh mengisi formulir dulu mencakup data pribadi dan riwayat kesehatan. Orang yang sedang sakit dan sedang minum obat antibiotik disarankan tidak mendonor. Demikian juga bagi wanita yang sedang haid atau baru selesai haid tidak boleh donor. Harus menunggu paling tidak tiga hari setelahnya agar kadar HB dalam darah normal. Kurang tidur juga menyebabkan kadar HB turun, jadi dokternya juga nanya semalam tidur nyenyak apa nggak.

Setelah mengisi form dilanjut ke ruang pemeriksaan, diambilah sample darah saya untuk diketahui jenis darahnya. Darah saya ternyata A, padahal dulu waktu masuk kuliah pernah tes darah katanya AB. Mungkin karena dulu yang ngecek sama-sama masih mahasiswa kali ya, belum jadi dokter beneran. Setelah itu dilanjug cek tekanan darah, alhamdulillah normal.

Saat menegangkan tiba, giliran disedot darahnya nih. Liat jarumnya aja gede dan panjang, lebih gede dari jarum suntik biasa. Sakitnya sih gak seberapa, cuman kaya di suntik atau diinfus. Berhubung udah takut duluan jadinya tegang. Terlebih badan saya yang kurus kering begini.

Sekitar 10-15 menit pengambilan darah selesai, dapet satu kantong. Lumayan banyak juga ya. Begitu selesai rasanya memang agak lemes. Gak berapa lama jalan tiba-tiba saja kepala saya pusing, mata mulai serasa gelap. Benar-benar hampir pingsang, namun saya masih sadar dan mendengar orang-orang sekitar yang kemudian menggendong saya ke kursi untuk dibaringkan. Mata seperti mengantuk, pendengaran berkurang, badan dingin. Kata yang lihat sih waktu itu saya pucet sekali. Ya Allah, sepersekian detik bahkan saya sempat berpikir apakah saya mau meninggal dunia. Saat keadaan seperti itu mata gak boleh dipejamkan, ambil nafas dalam-dalam dan keluarkan dari hidung. Begitu kata dokter yang menangani. Kaki di keataskan lalu dipijat-pijat. Kemudian disuruh minum air teh manis anget. Alhamdulillah beberapa saat kesadaran mulai pulih. Dari berapa banyak orang kayaknya saya sendiri yang mengalami kejadian seperti ini. Hehe, jadi malu juga.

Demikian cerita pengalaman pertama saya melakukan donor darah pertama kali. Paling tidak saya sudah menyumbangkan darah saya dan semoga bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan.

0 komentar: