Film Sang Murabbi

|
Lagi jalan-jalan di youtube.com tiba-tiba nemu sebuah trailer film yang menarik dan beda. Sebuah film tentang perjuangan seorang ustad yang rendah hati dan bersahaja. Berikut ini video trailer dan sinopsisnya:

[youtube]ZsUzcbHw0Qw[/youtube]

Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru!

Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya.

Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da'watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah).

Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang “standard” tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer.

Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman.

Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan.

Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu.

“Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian,” kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. “Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang.”

Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan.

Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah.

Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu.

Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung.

Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji'uun...Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus...hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.

sumber: sangmurabbi.com
Soundtrack nasyid Izzatul Islam di film ini bisa di ambil di sini.

MQS ke-25

|
 MQS-25

MQS Edisi Siroh Nabawiyah
Malam Muhasabah Menuju Qolbun Salim ke-25
Tema:

“Setik-detik menjelah Kekasih tiada”

Tempat:

Masjid Baitul Ikhsan - Bank Indonesia
Sabtu 5 April 2008 / 28 Rabiul Awal 1429H
Jam 18:00 WIB s/d 06:00 (menginap/bermalam)

Nara Sumber:

Ust. Musyafa Abdurrohim, Lc
Kontributor majalah Ummi, bagian hadist
Dosen Tafsir Yayasan Al Hikmah Jakarta

Imam Qiyamullail & Muhassabah

Ust. Ibnu Jarir, Lc
Pengasuh acara 7 hari menuju taubat

Moderator dan kuliah subuh

Ust. Syam Abdul Fattah
(Daarut Tauhiid Jakarta)

untuk umum dan tidak dikenakan biaya, diharapkan membawa AlQuran dan perlengkapan sholat
www.majelisqolbunsalim.blogspot.com
YM:
qolbun.salim

Kelilipan, jangan di remehkan

|
Kelilipan adalah sebutan untuk sebuah peristiwa dimana mata kita kemasukan benda asing sehingga terasa mengganggu di mata. Benda asing ini bisa debu, semut atau malah rambut kelopak mata kita sendiri. Yang jelas benda asing ini bentuknya kecil, klo sebesar bola pingpong ya bukan kelilipan namanya :D.

Kira-kira tiga hari lalu mata kiriku kelilipan benda aneh. Seperti biasa orang kelilipan pasti sekejap kemudian mata otomatis akan menutup dan mengedip-ngedipkan kelopaknya dan mata akan mengeluarkan air mata sebagai efek normal dan mekanisme perlindungan mata kita dari benda asing. Waktu itu kejadiannya malam hari, karena aku anggap kelilipan biasa dan benda itu pasti akan keluar sendiri dan bergeser ke pojok mata maka asumsiku dengan ditinggal tidur besoknya pasti mataku sudah sembuh.

Keesokan harinya mata masih terasa perih, benda asing ini masih saja terasa menempel di tempat pertama kali kelilipan dan seperti tidak bergeser dari tempatnya. Bahkan air mata terus keluar dari mata kiri bahkan dari hidung. Seperti orang menangis pasti selain keluar air mata, keluar juga air dari hidung, bedanya ini keluar dari sebelah kiri saja. Agak siang aku berikan obat tetes mata air kompres untuk membersihkan mata. Tidak dinyana setelah tidur siang mataku malah semakin memerah. Khawatir semakin parah akhirnya aku memutuskan pergi ke dokter mata. Kuceritakan kronologis terjadinya kelilipan tersebut. Dokter mulai mencari benda asing tersebut dengan cara membalikan kelopak mata bagian atas dan menggunakan semacam alat pembesar untuk melihat bola mata. Dokter memutuskan untuk mengambil benda tersebut. Sebelumnya aku di beri dua tetes cairan, katanya sih sebagai pati rasa agar saat diambil benda asing tersebut dari mata tidak terasa sakit. Sesaat setelah di tetesi cairan tersebut rasanya sangat perih dan beberapa saat kemudian mata terasa sedikit menebal. Mirip lah klo kita diberi obat bius lokal, seperti waktu mau cabut gigi kan dikasih bius dulu dan setelah dibius lokal pasti daerah terbius akan terasa menebal. Begitu pula dengan mataku.

Terbayang rasa takut sejenak karena ini mirip operasi kecil dan menyangkut organ sensitif yaitu mata kita. Dengan diawali doa akhirnya kupasrahkan saja semoga segera ditemukan benda asing ini dan mataku kembali normal. Tidak lama dokter menemukan benda plastik bening tipis yang menempel di kelopak mata (bukan di bola mata). Setelah itu dokter memeriksa korbannya, yaitu lapisan bola matanya sendiri apakah ada yang lecet bagian korneanya karena gesekan yang terlalu lama dengan benda asing ini. Alhamdulillah ternyata tidak ada masalah dengan bola matanya. Setelah selesai aku kembali ditetesi cairan lagi satu tetes. Kemudian dokter memberikan resep obat tetes mata khusus untuk mencegah terjadinya infeksi pada mata.

Selama menunggu resep obat, di sebelahku kulihat ada orang tua dengan mata sebelah yang di balut kain kasa berjalan dipapah oleh seorang lagi (sepertinya istrinya).  Mungkin beliau menderita sakit mata yang sudah parah. Sejenak aku jadi merenung betapa besarnya Allah memberikan nikmat pada satu bola mata kita. Kala kita sehat kadang kita lupa bersyukur kepada-Nya. Justru kalau kita sedang sakit, barulah menyadari besarnya nikmat ini.

Sebelum pulang sang petugas pencatat resep memberitahukan bahwa nanti tidak lama mata akan membengkak dan terasa masih ada benda asing. Namun ini adalah efek wajar dari proses operasi pengambilan benda asing yang telah dilakukan sebelumnya. Jangan dikucek karena justru bisa memperparah. Benar saja, malam harinya mata membengkak dan mengeluarkan cukup banyak kotoran mata. Namun pagi harinya setelah beberapa kali pemberian otat tetesan, Alhamdulillah mata berangsur-angsur membaik.

Jadi mulai sekarang hati-hati dengan yang namanya kelilipan. Jika tidak ingin kelilipan menimpa kita maka selalu menjaga mata dengan baik, seperti selalu menggunakan helm berkaca khususnya bagi pengendara motor. Apabila kelilipan menimpa anda, segera berikan obat tetes mata dan jangan dikucek, karena pengucekan mata justru bisa memberikan efek negatif dengan semakin besarnya gesekan benda asing yang masuk dengan lapisan tipis bola mata kita. Gunakan tisu atau kain halus yang steril untuk membersihkan kelilipan. Bila kelilipan tidak kunjung sembuh, segera hubungi dokter mata.

High Quality Quran MP3 Download

|
Bagi yang ingin mendownload MP3 Murotal Quran dengan kualias audio yang bagus (Bit Rate 128kbs atau lebih), berikut ini listnya:

AbdulAzeez al-Ahmad
AbdulBari ath-Thubaity
AbdulBaset AbdulSamad [Mujawwad]
AbdulBaset AbdulSamad [Murattal]
AbdulBaset AbdulSamad [Warsh]
Abdullah Ali Jabir
Abdullah Awwad al-Juhaynee
Abdullah Basfar
AbdulMuhsin al-Qasim
AbdulWadood Haneef
Abdur-Rahman as-Sudays
AbdurRashid Sufi [Khalaf]
Abdurrashid Sufi [Soosi]
Abu Bakr al-Shatri
Ahmed ibn Ali al-Ajamy
Al-Hussaynee Al-'Azzazzee w/Children
Ali Abdur-Rahman al-Huthaify
Aziz Alili
Fares Abbad
Hamad Sinan
Hani ar-Rifai
Ibraheem Al-Jibreen
Khaaalid al-Qahtaanee
Maher al-Muaiqly
Mahmood Khaleel Al-Husaree
Mishaari Raashid al-Aafaasee
Muhammad al-Haidan
Muhammad al-Mehysni
Muhammad Ayyoob
Muhammad Jibreel
Muhammad Siddeeq al-Minshawi Muhammad Siddeeq al-Minshawi [Mujawwad] Nabil ar-Rifai Sa'ud al-Shuraym Saad al-Ghaamidi (Complete)
Sadaqat Ali
Sahl Yaaseen
Salaah Bukhaatir
Salah al-Budair
Saleh al Taleb
Sodais and Shuraim
Tawfeeq ibn Saeed as-Sawa'igh

Jika tidak mau melakukan download filenya satu persatu dan ingin langsung download secara komplit, anda bisa mendownlooadnya melalui torrent di sini. Sebelumnya download dulu Program torrent seperti µTorrent.

Bagi yang tidak punya akses internet cepat, ya silahkan beli saja CDnya. Terakhir saya lihat di Islamic book fair kemarin satu keping harganya Rp.15.000 untuk satu Qori.

MQS ke-24

|
MQS khusus Akhir Tahun Miladiyah
MQS Edisi Spesial
Malam Muhasabah Menuju Qolbun Salim ke-24
Tema:

“Ketika Akidah Mulai di pertanyakan !!”

Tempat:

Masjid Baitul Ikhsan - Bank Indonesia
Senin 31 Desember 2007 / 21 Dzilhijah 1428H
Jam 18:00 WIB s/d 06:00 (menginap/bermalam)

Nara Sumber:

Dr. Amir Faishol Fath,MA
Doktor Tafsir Al-Quran, International Islamic university Islamabad
Pimpinan Redaksi www.dakwatuna.com

Adnin Armas, M.A.
kandidat doktor di ISTAC UIAM
(International Institute of Islamic Thought and Civilization - Universitas Islam Andarbangsa Malaysia)
Aktif sebagai peneliti INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilization

Imam Qiyamullail & Muhassabah

Ust Abd. Aziz Abdur rauf, Lc. Al Hafidz
Pemimpin lembaga Tahfidz Quran, yayasan Al-Hikmah, jakarta

Moderator dan kuliah subuh

Ust. Hari Sanusi
(Daarut Tauhiid Jakarta)

untuk umum dan tidak dikenakan biaya, diharapkan membawa AlQuran dan perlengkapan sholat
www.majelisqolbunsalim.blogspot.com
YM:
qolbun.salim